Return IHSG per Tahun 1991–2026 dan IHSG 10 Tahun Terakhir

Return IHSG per Tahun 1991–2026 dan IHSG 10 Tahun Terakhir

Rata-rata return IHSG per tahun sejak 1991 +14,3% (CAGR 9,0%). IHSG 10 tahun terakhir: 6,5% per tahun. Tahun 2026 s.d. 23 Oktober −37,1%, terburuk sejak 2008.

·
2026-10-23
·
Membaca 32 menit
Denyut Pasar
Dengarkan artikel

Data IHSG per Tahun: Return Setiap Tahun Kalender Sejak 1991 dan 2026 Sejauh Ini

Diperbarui 23 Oktober 2026, dengan data penutupan Bursa Efek Indonesia hingga 23 Oktober 2026. Baris 2026 diperbarui setiap bulan; tabel lengkap difinalkan setelah hari perdagangan terakhir bulan Desember.

Jawaban singkat: Dari 1991 sampai 2025, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan, JCI) naik dalam 23 dari 35 tahun kalender. Rata-rata return IHSG per tahun +14,3% dengan median +9,4%; secara majemuk (CAGR), IHSG tumbuh +9,0% per tahun dalam rupiah, tetapi hanya +2,5% per tahun dalam dolar AS. Tahun terbaik: 1993, +115%. Terburuk: 2008, −50,6%. Dalam 10 tahun terakhir (2016–2025), CAGR IHSG +6,5% per tahun. Tahun 2026 hingga 23 Oktober: −37,1%, di level 5.439,26.

Halaman ini memuat return IHSG per tahun untuk setiap tahun kalender dari 1991 sampai 2025, ditambah 2026 sejauh ini. Untuk setiap tahun tersedia penutupan akhir tahun, kenaikan atau penurunan IHSG dalam rupiah, kurs rupiah akhir tahun, return yang sama jika dihitung dalam dolar AS, serta return S&P 500 pada tahun yang sama. Setiap angka penutupan akhir tahun dicek ke sedikitnya dua sumber independen. Halaman ini juga menjawab pertanyaan yang paling sering dicari investor Indonesia: berapa rata-rata return IHSG per tahun, bagaimana pergerakan IHSG 10 tahun terakhir dan 5 tahun terakhir, tahun mana yang terbaik dan terburuk, serta seberapa dalam setiap crash besar. Untuk patokan bursa AS, lihat tabel return S&P 500 per tahun, yang versi Indonesianya juga menghitung S&P 500 dalam rupiah.

Cara halaman ini diperbarui

  • Setiap bulan: baris 2026 (penutupan, return sejak awal tahun, kurs JISDOR Bank Indonesia, pembanding S&P 500), jawaban singkat, grafik, dan bagian "2026 sejauh ini" diperbarui setelah hari perdagangan terakhir setiap bulan, dan juga setelah setiap sesi ketika IHSG ditutup naik atau turun 5% atau lebih.
  • Setiap Januari: setelah sesi terakhir Bursa Efek Indonesia di bulan Desember, baris 2026 menjadi satu tahun penuh, dan semua rata-rata, median, CAGR, serta jendela "10 tahun terakhir" bergeser maju satu tahun. Sejak 2010 BEI tidak pernah berdagang pada 31 Desember, sehingga penutupan akhir tahun biasanya jatuh pada 29 atau 30 Desember.
  • Koreksi: angka penutupan historis hanya diubah jika statistik resmi bursa berbeda dengan data harian yang dipakai di sini. Semua pengecekan yang sudah dilakukan dicantumkan di bawah tabel utama.

Ringkasan return historis IHSG

Ukuran (return harga per tahun kalender)1991–20251996–20252006–20252016–20252021–2025
Jumlah tahun353020105
Tahun naik23 (66%)20 (67%)14 (70%)7 (70%)4 (80%)
Rata-rata (aritmetika)+14,3%+14,3%+14,2%+6,9%+8,0%
Median+9,4%+9,2%+8,1%+5,1%+6,2%
Pertumbuhan tahunan majemuk/CAGR (rupiah)+9,0%+9,9%+10,6%+6,5%+7,7%
CAGR dalam US$+2,5%+2,8%+7,6%+4,5%+4,0%
CAGR S&P 500 (US$)+9,0%+8,4%+8,9%+12,8%+12,8%
Simpangan baku35,6 poin31,5 poin29,1 poin9,7 poin9,2 poin
Tahun terbaik+115% (1993)+87,0% (2009)+87,0% (2009)+22,1% (2025)+22,1% (2025)
Tahun terburuk−50,6% (2008)−50,6% (2008)−50,6% (2008)−5,1% (2020)−2,7% (2024)

Ada tiga hal yang menonjol. Pertama, tahun median (+9,4%) jauh di bawah rata-rata (+14,3%): segelintir tahun rebound besar — 1993, 2009, 1999, dan 2003 — mengangkat rata-rata, sehingga tahun yang "biasa" lebih dekat ke +9% daripada +14%. Kedua, CAGR IHSG dalam rupiah (+9,0% per tahun dari 1991 hingga 2025, naik 20,7 kali dari 417,79 ke 8.646,94) nyaris sama persis dengan return harga S&P 500 dalam dolar selama 35 tahun yang sama (+9,0%). Ketiga, kurs rupiah mengubah gambaran: satu dolar AS setara Rp1.901 pada akhir 1990 dan Rp16.782 pada akhir 2025 (8,8 kali), sehingga bagi investor yang berhitung dalam dolar, IHSG hanya tumbuh +2,5% per tahun.

Sebaran hasilnya lebar. Simpangan baku return tahunan sejak 1991 mencapai 35,6 poin, kira-kira dua kali lipat S&P 500 yang 17,0 poin pada periode yang sama, dan IHSG turun dalam 12 dari 35 tahun.

Return IHSG per tahun: tabel lengkap 1991–2026

SimianX AI Grafik IHSG per tahun dua panel: penutupan harian IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dalam skala log dari April 1990 hingga Oktober 2026, dengan rekor 9.135 pada 20 Januari 2026, serta return per tahun kalender dalam rupiah (batang) dan dolar AS (titik) untuk setiap tahun sejak 1991
Grafik IHSG per tahun dua panel: penutupan harian IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dalam skala log dari April 1990 hingga Oktober 2026, dengan rekor 9.135 pada 20 Januari 2026, serta return per tahun kalender dalam rupiah (batang) dan dolar AS (titik) untuk setiap tahun sejak 1991

Diurutkan dari yang terbaru. Tahun turun dicetak tebal. Penutupan akhir tahun adalah level penutupan hari perdagangan terakhir setiap tahun. Return dalam dolar AS dihitung dengan mengonversi indeks memakai kurs rupiah akhir tahun; kolom S&P 500 adalah return harganya dalam dolar tanpa dividen, sehingga sebanding dengan IHSG yang juga merupakan indeks harga.

TahunPenutupan akhir tahunReturn IHSG (rupiah)Kurs akhir tahun (Rp per US$)Return IHSG dalam US$Return S&P 500 (US$)
2026 (s.d. 23 Okt)5.439,26−37,1%18.069−41,6%+11,4%
20258.646,94+22,1%16.782+17,6%+16,4%
20247.079,90−2,7%16.162−7,1%+23,3%
20237.272,80+6,2%15.416+8,3%+24,2%
20226.850,62+4,1%15.731−5,6%−19,4%
20216.581,48+10,1%14.269+8,8%+26,9%
20205.979,07−5,1%14.105−6,5%+16,3%
20196.299,54+1,7%13.901+5,9%+28,9%
20186.194,50−2,5%14.481−8,8%−6,2%
20176.355,65+20,0%13.548+19,0%+19,4%
20165.296,71+15,3%13.436+18,4%+9,5%
20154.593,01−12,1%13.795−20,8%−0,7%
20145.226,95+22,3%12.440+19,8%+11,4%
20134.274,18−1,0%12.189−21,4%+29,6%
20124.316,69+12,9%9.670+5,9%+13,4%
20113.821,99+3,2%9.068+2,3%−0,003%
20103.703,51+46,1%8.991+52,8%+12,8%
20092.534,36+87,0%9.400+118%+23,5%
20081.355,41−50,6%10.950−57,5%−38,5%
20072.745,83+52,1%9.419+45,6%+3,5%
20061.805,52+55,3%9.020+69,2%+13,6%
20051.162,63+16,2%9.830+9,9%+3,0%
20041.000,23+44,6%9.290+31,7%+9,0%
2003691,89+62,8%8.465+72,0%+26,4%
2002424,94+8,4%8.940+26,1%−23,4%
2001392,04−5,8%10.400−13,1%−13,0%
2000416,32−38,5%9.595−54,6%−10,1%
1999676,92+70,1%7.085+92,6%+19,5%
1998398,04−0,9%8.025−42,6%+26,7%
1997401,71−37,0%4.650−67,7%+31,0%
1996637,43+24,1%2.383+20,1%+20,3%
1995513,85+9,4%2.308+4,3%+34,1%
1994469,64−20,2%2.200−23,5%−1,5%
1993588,77+115%2.110+110%+7,1%
1992274,34+10,9%2.062+7,1%+4,5%
1991247,39−40,8%1.992−43,5%+26,3%
1990 (dasar)417,79—1.901——

Catatan: data penutupan harian berasal dari Yahoo Finance (^JKSE) dan CNBC (.JKSE), yang sama hingga tiga angka desimal pada setiap akhir tahun dari 1990 sampai 2025 dan pada 23 Oktober 2026. Penutupan akhir tahun 1998–2013 juga dicocokkan dengan IDX Fact Book terbitan Bursa Efek Indonesia sendiri (edisi 2006, 2010, dan 2014) dan hasilnya sama persis; tahun 1990–2012 juga dicek dengan daftar nilai akhir tahun IDX Composite di Wikipedia, yang cocok di semua tahun kecuali 2000, saat Wikipedia mencantumkan 413,58, bukan 416,32 versi bursa. Kurs akhir tahun adalah kurs referensi Bank Indonesia per akhir Desember (JISDOR sejak 2013, sebelumnya kurs tengah BI) sebagaimana dimuat dalam International Financial Statistics IMF, dicek silang dengan seri OECD di FRED; angka 2026 adalah kurs JISDOR 23 Oktober 2026. Tabel dimulai dari 1991 karena 1990 adalah akhir tahun pertama yang tercatat di dua sumber data harian independen; angka sebelumnya dibahas di bagian bawah.

Return IHSG 10 tahun terakhir dan 5 tahun terakhir

Pertanyaan yang paling banyak dicari adalah "berapa return IHSG 10 tahun terakhir?" Berikut jawabannya untuk 10 tahun penuh terakhir, 5 tahun terakhir, dan periode dari akhir 2015 sampai penutupan terbaru.

Ukuran10 tahun terakhir (2016–2025)5 tahun terakhir (2021–2025)Akhir 2015 s.d. 23 Oktober 2026
Awal → akhir (penutupan IHSG)4.593,01 → 8.646,945.979,07 → 8.646,944.593,01 → 5.439,26
Perubahan total+88,3%+44,6%+18,4%
CAGR (rupiah)+6,5%+7,7%+1,6%
Rata-rata return per tahun+6,9%+8,0%—
Tahun naik7 dari 104 dari 5—
Rp10 juta menjadiRp18,8 jutaRp14,5 jutaRp11,8 juta
CAGR dalam US$+4,5%+4,0%−0,9%
CAGR S&P 500 (US$)+12,8%+12,8%+12,9%

Dari akhir 2015 (4.593,01) sampai akhir 2025 (8.646,94), IHSG naik 88,3% secara total, atau CAGR +6,5% per tahun: dana Rp10 juta yang mengikuti indeks (sebelum dividen dan biaya) menjadi sekitar Rp18,8 juta. IHSG naik dalam 7 dari 10 tahun itu, dengan rata-rata return +6,9% per tahun dan median +5,1%. Angka ini jauh di bawah CAGR seluruh periode 1991–2025 (+9,0%), karena dekade terakhir tidak punya tahun rebound seperti 1993, 2003, atau 2009: tahun terbaiknya adalah 2025, dengan +22,1%. Dalam dolar AS, CAGR 10 tahunnya +4,5% per tahun, sementara S&P 500 +12,8%.

Penurunan tahun 2026 mengubah hasil itu secara drastis. Jika dihitung dari akhir 2015 sampai 23 Oktober 2026, kenaikannya menyusut menjadi 18,4%: dana Rp10 juta yang sama kini hanya bernilai sekitar Rp11,8 juta. Sebagian besar kenaikan satu dekade terhapus dalam waktu kurang dari 10 bulan.

Pertumbuhan IHSG per dekade

PeriodeCAGR IHSG (rupiah)CAGR IHSG (US$)CAGR S&P 500 (US$)Kenaikan kumulatif IHSG (rupiah)Tahun naik IHSG
1991–1999+5,5%−8,8%+18,0%+62,0%5 dari 9
Dekade 2000-an+14,1%+10,9%−2,7%+274%7 dari 10
Dekade 2010-an+9,5%+5,3%+11,2%+149%7 dari 10
2020–2025+5,4%+2,2%+13,3%+37,3%4 dari 6
1991–2025 (semua tahun)+9,0%+2,5%+9,0%+1.970%23 dari 35

Dekade 2000-an adalah masa keemasan IHSG: indeks anjlok 38,5% pada tahun pertamanya, tetapi tetap menutup dekade dengan CAGR tertinggi dari semua periode di halaman ini, karena pemulihan pascakrisis berlangsung sepanjang 2003–2007 dan berlanjut lagi pada 2009. Dekade 1990-an adalah yang terlemah dalam dolar, karena krisis 1997–98 memangkas nilai rupiah lebih dari dua pertiga. Pada dekade 2010-an dan 2020-an, S&P 500 mengalahkan IHSG dalam dolar dengan selisih lebar.

Tahun terbaik dan terburuk IHSG

PeringkatTahun terbaikReturnTahun terburukReturn
11993+115%2008−50,6%
22009+87,0%1991−40,8%
31999+70,1%2000−38,5%
42003+62,8%1997−37,0%
52006+55,3%1994−20,2%
62007+52,1%2015−12,1%
72010+46,1%2001−5,8%
82004+44,6%2020−5,1%
91996+24,1%2024−2,7%
102014+22,3%2018−2,5%

Tahun terbaik. Kenaikan terbesar terjadi pada 1993, ketika indeks naik lebih dari dua kali lipat (+115%, dari 274,34 ke 588,77). Tiga berikutnya — 2009 (+87,0%), 1999 (+70,1%), dan 2003 (+62,8%) — semuanya merupakan rebound setelah crash satu atau dua tahun sebelumnya. Tahun terbaik dalam satu dekade terakhir adalah 2025 (+22,1%), ketika IHSG menutup tahun di 8.646,94, dekat rekor tertingginya.

Tahun terburuk. 2008 (−50,6%) adalah tahun kalender terburuk dalam catatan: indeks jatuh dari 2.830,26 pada 9 Januari ke 1.111,39 pada 28 Oktober, dan pada 8 Oktober bursa menghentikan perdagangan (suspensi) setelah anjlok 10,38% dalam sehari. 1991 (−40,8%) membalikkan euforia yang muncul setelah deregulasi 1987–88, yang membuka pasar bagi investor asing dan emiten baru. 1997 (−37,0%) adalah awal krisis moneter Asia, dan 2000 (−38,5%) terjadi ketika pemulihan pascakrisis berbalik arah di tengah gejolak politik.

Dalam dolar, urutannya berbeda. Tahun terburuk bagi investor yang berhitung dalam dolar adalah 1997 (−67,7%), bukan 2008, karena rupiah kehilangan hampir separuh nilainya pada tahun itu (dari Rp2.383 menjadi Rp4.650 per dolar). Pada 1998 IHSG nyaris datar dalam rupiah (−0,9%), tetapi turun 42,6% dalam dolar karena kurs melemah ke Rp8.025.

Seberapa sering IHSG turun dalam setahun?

Dari 1991 sampai 2025, IHSG ditutup lebih rendah dalam 12 dari 35 tahun kalender, kira-kira satu dari tiga tahun. Sebagian besar tahun turun tergolong ringan: enam dari dua belas turun kurang dari 6% (1998, 2001, 2013, 2018, 2020, dan 2024). Enam sisanya mencakup kelima tahun dengan kerugian di atas 20%: 2008 (−50,6%), 1991 (−40,8%), 2000 (−38,5%), 1997 (−37,0%), dan 1994 (−20,2%), ditambah 2015 (−12,1%).

IHSG belum pernah turun tiga tahun berturut-turut. Indeks turun dua tahun beruntun sebanyak dua kali — 1997–1998 dan 2000–2001 — dan keduanya diikuti kenaikan pada tahun berikutnya (1999: +70,1%; 2002: +8,4%). Rentetan kenaikan terpanjang berlangsung enam tahun, dari 2002 sampai 2007, ketika IHSG naik dari 392,04 ke 2.745,83.

Tahun yang bagus pun biasanya mengandung koreksi tajam. Pada 2006 IHSG naik 55,3%, tetapi sempat turun lebih dari 20% antara Mei dan Juni; pada 2011 IHSG ditutup +3,2% setelah sempat terkoreksi lebih dari 20% antara Agustus dan Oktober.

Semua penurunan IHSG 20% atau lebih sejak 1990

Penurunan di sini diukur dari penutupan rekor ke penutupan terendah sebelum indeks mencetak rekor baru. Data dimulai April 1990.

Puncak (penutupan)Titik terendah (penutupan)PenurunanKembali di atas puncakDari puncak hingga pulih
9.134,70 (20 Januari 2026)4.996,61 (19 Oktober 2026)−45,3%belum—
7.905,39 (19 September 2024)5.967,99 (9 April 2025)−24,5%14 Agustus 202510 bulan
6.689,29 (19 Februari 2018)3.937,63 (24 Maret 2020)−41,1%11 November 20213 thn 8 bln
5.523,29 (7 April 2015)4.120,50 (28 September 2015)−25,4%17 Maret 20171 thn 11 bln
5.214,98 (20 Mei 2013)3.967,84 (27 Agustus 2013)−23,9%3 September 20141 thn 3 bln
4.193,44 (1 Agustus 2011)3.269,45 (4 Oktober 2011)−22,0%3 April 20128 bulan
2.830,26 (9 Januari 2008)1.111,39 (28 Oktober 2008)−60,7%5 April 20102 thn 2 bln
2.401,14 (24 Juli 2007)1.908,63 (16 Agustus 2007)−20,5%2 Oktober 20072 bulan
1.553,06 (11 Mei 2006)1.234,20 (14 Juni 2006)−20,5%10 Oktober 20064 bulan
740,83 (8 Juli 1997)256,83 (21 September 1998)−65,3%9 Januari 20046 thn 6 bln
647,40 (22 Mei 1990)223,25 (11 November 1991)−65,5%6 Januari 19976 thn 7 bln

Tiga crash paling menonjol: 1990–91 (−65,5%), 1997–98 (−65,3%), dan 2008 (−60,7%). Setelah puncak 1997, butuh lebih dari enam tahun — sampai Januari 2004 — sebelum IHSG kembali ditutup di atas 740,83. Crash 2008 berlangsung cepat, bukan lama: IHSG kehilangan 60,7% dalam kurang dari 10 bulan, tetapi sudah kembali mencetak rekor pada April 2010. Penurunan 2018–2020 (−41,1%) mencakup titik terendah masa COVID-19 di 3.937,63 pada 24 Maret 2020.

Penurunan yang sedang berlangsung, dari rekor 9.134,70 pada 20 Januari 2026 ke 4.996,61 pada 19 Oktober 2026 (−45,3%), sudah menjadi yang terdalam keempat sejak 1990, dan IHSG belum pulih.

IHSG vs S&P 500

Sepanjang 1991–2025, kedua indeks tumbuh dengan laju yang hampir sama dalam mata uang masing-masing (+9,0% untuk IHSG dalam rupiah, +9,0% untuk S&P 500 dalam dolar). Jika dikonversi ke dolar, IHSG mengalahkan S&P 500 dalam 16 dari 35 tahun, tetapi tahun-tahun kalahnya sangat mahal: pada 1997 IHSG kehilangan 67,7% dalam dolar, sementara S&P 500 naik 31,0%.

Hubungan keduanya tidak stabil. Pada 2002 IHSG naik 8,4% saat S&P 500 turun 23,4%; pada 2022 IHSG naik 4,1% saat S&P 500 turun 19,4%. Pada 2026 selisihnya berbalik: sampai 23 Oktober, IHSG −37,1%, sedangkan S&P 500 +11,4%. Bagi investor Indonesia, return S&P 500 dalam rupiah biasanya lebih tinggi daripada return dolarnya, karena rupiah melemah terhadap dolar dalam 26 dari 35 tahun antara 1991 dan 2025; return S&P 500 dalam rupiah tahun demi tahun ada di tabel S&P 500 kami, dan kurs rupiah per tahun ada di tabel kurs dolar dari tahun ke tahun. Sebagai pembanding aset lain dalam rupiah, lihat juga harga emas per gram dari tahun ke tahun dan harga Bitcoin per tahun dalam rupiah.

IHSG 2026 sejauh ini

Hingga 23 Oktober 2026, IHSG berada di 5.439,26, turun 37,1% dari penutupan 2025 di 8.646,94. Dalam dolar AS, penurunannya 41,6%, karena rupiah melemah 7,7% terhadap dolar ke Rp18.069 (JISDOR). Jika tahun berakhir hari ini, 2026 akan menjadi tahun terburuk IHSG sejak 2008 dan terburuk ke-4 sejak 1991. Pada periode yang sama, S&P 500 naik 11,4%.

Tahun ini dibuka dengan rekor penutupan 9.134,70 pada 20 Januari 2026. Titik baliknya datang sepekan kemudian: setelah MSCI membekukan sementara perubahan indeks untuk saham Indonesia karena kekhawatiran soal free float, IHSG anjlok 7,35% pada 28 Januari 2026 ke 8.320,56, dan bursa memberlakukan trading halt. Pelemahan berlanjut sepanjang semester pertama; pada 8 Juni 2026 IHSG ditutup di 5.342,14 (−4,52%) ketika peringatan MSCI soal kemungkinan penurunan status ke frontier market, kenaikan BI-Rate, dan rupiah yang belum stabil menekan pasar. Pada 16 Oktober 2026, setelah MSCI membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market, IHSG ambles 11,57% ke 5.185,10 — penurunan harian terdalam kedua dalam sejarah setelah 8 Januari 1998 (−11,95%). Titik terendah sejauh ini adalah 4.996,61 pada 19 Oktober 2026, 45,3% di bawah rekor Januari dan penutupan terendah sejak Oktober 2020. Keputusan MSCI dijadwalkan paling lambat Juni 2027. Analisis AI langsung untuk saham individual tersedia di SimianX, dan semua halaman sejarah pasar SimianX tercantum di hub topik sejarah pasar.

Sebelum 1991: tahun-tahun awal IHSG

IHSG diperkenalkan pada 1 April 1983 sebagai indeks seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta, dengan nilai dasar 100 pada 10 Agustus 1982, menurut fact book bursa. Selama sebagian besar 1980-an pasar modal Indonesia masih sangat kecil; pasar baru tumbuh pesat setelah deregulasi 1987–88 membukanya bagi investor asing dan emiten baru. Nilai akhir tahun 1983–1989 memang muncul di beberapa daftar sekunder, tetapi halaman ini tidak memasukkannya ke tabel karena kedua sumber data harian yang dipakai di sini baru dimulai April 1990, dan angka sebelumnya tidak bisa dikonfirmasi oleh sumber kedua. Penutupan akhir 1990 di 417,79 menjadi dasar semua return di halaman ini.

Cara membaca return IHSG

  1. Rupiah atau dolar lebih menentukan daripada indeksnya. Dari 1991 sampai 2025 IHSG tumbuh +9,0% per tahun dalam rupiah dan +2,5% dalam dolar. Selisihnya adalah kurs rupiah, yang bergerak dari Rp1.901 menjadi Rp16.782 per dolar.
  2. Titik awal menentukan jawabannya. CAGR 10 tahun terakhir +6,5% per tahun; 20 tahun terakhir (2006–2025), +10,6%; seluruh periode, +9,0%. Menyebut return IHSG tanpa periodenya hampir tidak berarti.
  3. Median lebih bisa dijadikan pegangan daripada rata-rata. Beberapa tahun rebound besar mengangkat rata-rata (+14,3%) jauh di atas median (+9,4%).
  4. Ini return harga. IHSG tidak memasukkan dividen, sehingga reksa dana atau ETF yang mengikutinya mendapat tambahan imbal hasil dividen, sebelum biaya dan pajak.
  5. Tahun kalender menyembunyikan perjalanannya. 15 dari 35 tahun antara 1991 dan 2025 mengandung penurunan 20% atau lebih di tengah tahun, termasuk 1999, 2006, 2007, dan 2011, yang tetap ditutup naik.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa rata-rata return IHSG per tahun?

Dari 1991 sampai 2025, rata-rata return IHSG per tahun kalender adalah +14,3%, dengan median +9,4%. Secara majemuk, IHSG tumbuh +9,0% per tahun dalam rupiah (dari 417,79 ke 8.646,94) dan +2,5% per tahun dalam dolar AS.

Berapa return IHSG 10 tahun terakhir?

Dari akhir 2015 sampai akhir 2025, IHSG naik 88,3%, atau CAGR +6,5% per tahun, dari 4.593,01 ke 8.646,94. IHSG naik dalam 7 dari 10 tahun tersebut. Jika 2026 hingga 23 Oktober ikut dihitung, kenaikan sejak akhir 2015 menyusut menjadi 18,4%.

Kapan tahun terbaik IHSG?

1993, ketika indeks naik 115%, dari 274,34 ke 588,77. Berikutnya 2009 (+87,0%), 1999 (+70,1%), dan 2003 (+62,8%).

Kapan tahun terburuk IHSG?

2008, dengan −50,6% (dari 2.745,83 ke 1.355,41). Kerugian lain sebesar 20% atau lebih terjadi pada 1991 (−40,8%), 2000 (−38,5%), 1997 (−37,0%), dan 1994 (−20,2%). Tahun 2026 tercatat −37,1% hingga 23 Oktober.

Berapa kali IHSG turun dalam setahun?

12 dari 35 tahun kalender antara 1991 dan 2025. IHSG belum pernah turun tiga tahun berturut-turut.

Berapa return IHSG 2026 sejauh ini?

−37,1% hingga 23 Oktober 2026 (5.439,26 dibanding 8.646,94 pada akhir 2025), atau −41,6% dalam dolar AS. Rekor penutupan tertinggi adalah 9.134,70 pada 20 Januari 2026; penutupan terendah tahun ini sejauh ini 4.996,61 pada 19 Oktober 2026.

Berapa posisi IHSG di akhir setiap tahun?

5.296,71 (2016), 6.355,65 (2017), 6.194,50 (2018), 6.299,54 (2019), 5.979,07 (2020), 6.581,48 (2021), 6.850,62 (2022), 7.272,80 (2023), 7.079,90 (2024), dan 8.646,94 (2025). Semua tahun hingga 1990 ada di tabel di atas.

Apakah IHSG mengalahkan S&P 500?

Dalam mata uang lokal, sepanjang 1991–2025 keduanya hampir seri (+9,0% vs +9,0% per tahun). Dalam dolar AS, S&P 500 menang telak, karena rupiah kehilangan sebagian besar nilainya terhadap dolar selama periode itu.

Metodologi dan sumber

  • Penutupan IHSG adalah level penutupan harian Indeks Harga Saham Gabungan dari Yahoo Finance (^JKSE) dan CNBC (.JKSE), keduanya mulai 6 April 1990, dicek dengan IDX Fact Book Bursa Efek Indonesia untuk 1998–2013 dan daftar Wikipedia untuk 1990–2012 (satu selisih, tahun 2000, dijelaskan di atas).
  • Return adalah return harga dari penutupan terakhir satu tahun ke penutupan terakhir tahun berikutnya; dividen tidak dihitung. Penurunan 20% atau lebih memakai data penutupan harian yang sama, diukur dari penutupan rekor ke penutupan terendah sebelum rekor berikutnya.
  • Kurs adalah kurs referensi Bank Indonesia akhir Desember (JISDOR sejak 2013) sebagaimana dilaporkan dalam International Financial Statistics IMF, dicek dengan seri OECD di FRED dan kurs harian Bank Indonesia sendiri. Kurs yang sama dipakai di tabel kurs dolar per tahun kami.
  • S&P 500 memakai return harga dari Yahoo Finance (^GSPC), dicek dengan CNBC (.SPX), seri yang sama dengan tabel S&P 500 kami.
  • Peristiwa 2026 diberi tanggal berdasarkan data penutupan harian; konteks beritanya dari Bisnis.com, Kontan, dan MSCI.
  • Data dihimpun 23 Oktober 2026. Halaman ini hanya untuk informasi dan bukan saran investasi.

Bacaan Terkait

Referensi

Siap mengubah cara Anda berdagang?

Bergabunglah dengan ribuan investor dan buat keputusan investasi yang lebih cerdas menggunakan analisis berbasis AI

Paling banyak dianalisis hari ini — klik untuk masuk ke Ruang Komando Langsung